wartaperang - Duta Besar Yordania untuk Libya diculik Selasa pagi setelah orang-orang bersenjata bertopeng menyerang mobilnya dan menembak sopirnya, juru bicara kementerian luar negeri Libya mengatakan.

Sumber Al Arabiya mengatakan negosiasi sedang berlangsung antara Yordania dan para penculik untuk membebaskan Fawaz Aytan.

Sumber itu mengatakan para penculik menuntut pembebasan seorang tahanan Libya yang ditahan di Yordania. Tahanan dituduh mencoba untuk memicu ledakan di Bandara Alia di Yordania pada tahun 2006, kata sumber itu.

Menurut kantor berita Reuters, Essam Baitelmel, anggota tim Libya menyelidiki penculikan, mengatakan para penculik menuntut pembebasan Mohamed Dersi dan kata diplomat itu tidak dirugikan dan dalam kesehatan yang baik.

Penculikan Aytan adalah insiden terbaru di mana para pemimpin Libya dan diplomat asing telah ditargetkan di negara Afrika Utara ini yang semakin lama berjalan tanpa hukum setelah tiga tahun pemberontak yang didukung NATO menggulingkan pemimpin otokratis Muammer Qaddafi.

"Duta besar Yordania diculik pagi ini. Konvoinya diserang oleh sekelompok laki-laki bertopeng di papan dua mobil sipil" kata jurubicara kementerian Lassoed kepada Agence France Presse.

Sopir selamat dari serangan dan berada di rumah sakit, kata Lassoued. Dia menderita luka tembak selama penculikan itu.

Pemerintah di Amman mengkonfirmasi penculikan itu.

"Jordan memiliki informasi awal bahwa duta besar Yordania di Libya, Fawaz Aytan, diculik", kata juru bicara kementerian luar negeri Sabah Rafie, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyelidiki.

Penculikan Aytan datang dua hari setelah Perdana Menteri Libya Abdullah al - Thani mengundurkan diri, mengatakan ia dan keluarganya telah menjadi korban dari "pengkhianat" serangan bersenjata hari sebelumnya.

Dalam insiden lain di ibukota Libya Selasa, Kedutaan AS mengatakan seorang penjaga keamanan Libya perempuan yang ditempatkan dalam sebuah misi telah hilang dan "mungkin" diculik.

"Penjaga keamanan lokal yang bekerja kemungkinan diculik kemarin malam", demikian menurut Joe Mellott, juru bicara misi, seperti dikutip oleh AFP mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Kami bekerja sama dengan keluarga dan pihak berwenang untuk membantunya".

sumber: alarabiya

0 komentar:

Posting Komentar

 
Top